Sabtu, 29 Agustus 2015

Afan Richena 02.19
Sistem Tenaga Listrik adalah sekumpulan Pusat Listrik dan Gardu Induk (Pusat Beban) yang satu sama lain dihubungkan  oleh jaringan Transmisi sehingga merupakan sebuah kesatuan interkoneksi.
~  Pengelompokan / pembagian :
Pembangkit tenaga listrik (Pembangkitan) :
  Berfungsi membangkitkan energi listrik, dengan cara merubah   potensi (energi) mekanik menjadi potensi (energi) listrik.
  Sistem transmisi ( penyaluran) :
  Proses menyalurkan energi listrik dari satu tempat ke tempat lain   (dari pembangkit listrik ke gardu induk atau dari   satu gardu induk ke   gardu induk lainnya), dengan menggunakan penghantar yang   direntangkan antara tiang-tiang (tower) melalui isolator-isolator,   dengan sistem tegangan tinggi.
  Sistem  distribusi (distribusi) :
  Pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke instalasi   pemanfaatan (pelanggan).
  Instalasi milik pelanggan (pemanfaatan) :
  Pihak yang memanfaatkan energi listrik.

gambar sistem penyaluran tenaga listrik
Pembangkitan Tenaga Listrik adalah kegiatan memproduksi tenaga listrik.
Transmisi Tenaga Listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari suatu sumber pembangkitan ke suatu sistem distribusi atau kepada konsumen , atau penyaluran tenaga listrik antar sistem.
Distribusi Tenaga Listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari sistem pembangkitan kepada konsumen.
Konsumen adalah setiap orang atau instansi yang membeli tenaga listrik dari pemegang izin Usaha Penyedia Tenaga Listrik untuk digunakan sebagai pemanfaatan akhir dan tidak untuk diperdagangkan.

gambar single line diagram penyaluran tenaga listrik

Transmisi Tenaga Listrik 

Saluran Transmisi merupakan media yang digunakan untuk mentransmisikan tenaga listrik dari Generatorn Station/ Pembangkit Listrik sampai distribution station hingga sampai pada konsumer pengguna listrik. Tenaga listrik di transmisikan oleh suatu bahan konduktor yang mengalirkan tipe Saluran Transmisi Listrik.
Berdasarkan sistem transmisi dan kapasitas tegangan yang disalurkan terdiri:

1. Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 200kV-500kV
Pada umumnya saluran transmisi di Indonesia digunakan pada pembangkit dengan kapastas 500 kV. Dimana tujuannya adalah agar drop tegangan dari penampang kawat dapat direduksi secara maksimal, sehingga diperoleh operasional yang efektif dan efisien.  Akan tetapi terdapat permasalahan mendasar dalam pembangunan SUTET ialah konstruksi tiang (tower) yang besar dan tinggi, memerlukan tanah yang luas, memerlukan isolator yang banyak, sehingga memerlukan biaya besar. Masalah lain yang timbul dalam pembangunan SUTET adalah masalah sosial, yang akhirnya berdampak pada masalah pembiayaan.
gambar konstruksi SUTET

2. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 30kV-150kV
Pada saluran transmisi ini memiliki tegangan operasi antara 30kV sampai 150kV. Konfigurasi jaringan pada umumnya single atau doble sirkuit, dimana 1 sirkuit terdiri dari 3 phasa dengan 3 atau 4 kawat. Biasanya hanya 3 kawat dan penghantar netralnya diganti oleh tanah sebagai saluran kembali. Apabila kapasitas daya yang disalurkan besar, maka penghantar pada masing-masing phasa terdiri dari dua atau empat kawat (Double atau Qudrapole) dan Berkas konduktor disebut Bundle Conductor. Jarak terjauh yang paling efektif dari.
gambar konstruksi SUTT

3. Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 30kV-150kV
Saluran kabel bawah tanah (underground cable), saluran transmisi yang menyalurkan energi listrik melalui kabel yang dipendam didalam tanah. Kategori saluran seperti ini adalah favorit untuk pemasangan didalam kota, karena berada didalam tanah maka tidak mengganggu keindahan kota dan juga tidak mudah terjadi gangguan akibat kondisi cuaca atau kondisi alam. Namun tetap memiliki kekurangan, antara lain mahal dalam instalasi dan investasi serta sulitnya menentukan titik gangguan dan perbaikkannya.
Saluran transmisi ini menggunakan kabel bawah tanah, dengan alasan beberapa pertimbangan :
a. ditengah kota besar tidak memungkinkan dipasang SUTT, karena sangat sulit mendapatkan tanah untuk tapak tower.
b. Untuk Ruang Bebas juga sangat sulit karena padat bangunan dan banyak gedung-gedung tinggi.
c. Pertimbangan keamanan dan estetika.
d. Adanya permintaan dan pertumbuhan beban yang sangat tinggi.
Untuk saluran transmisi tegangan tinggi, dimana jarak antara menara/tiang berjauhan, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, oleh karena itu digunakan kawat penghantar ACSR.  Kawat penghantar alumunium, terdiri dari berbagai jenis, dengan lambang sebagai berikut :
1. AAC (All-Alumunium Conductor), yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari alumunium.
2. AAAC (All-Alumunium-Alloy Conductor), yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari campuran alumunium.
3. ACSR (Alumunium Conductor, Steel-Reinforced), yaitu kawat penghantar alumunium berinti kawat baja.
4. ACAR (Alumunium Conductor, Alloy-Reinforced), yaitu kawat penghantar alumunium yang diperkuat dengan logam campuran.

sumber:http://www.pln.co.id/p3bjawabali/?p=454


Description: Sistem Tenaga Listrik
Reviewer: Afan Richena
Rating: 4.0
ItemReviewed: Sistem Tenaga Listrik

1 komentar: